30 March 2013

Penjual dan Pembeli Sama-sama Bohong

Penjual yang Berbohong

Suatu hari seorang ibu berbelanja di sebuah toko swalayan. Setelah memilih-milih barang dan memasukkan ke keranjang belanja, si ibu menuju ke kasir untuk membayar semua barang yang akan dibelinya. Semua lancar dan baik-baik saja hingga saat dia melihat harga di komputer yang ternyata berbeda dengan harga yang tercantum di rak. Harga di komputer lebih mahal daripada bandrol yang ada di rek barang. Si ibupun protes. Namun menurut kasir, harga barang yang valid adalah yang dikomputer. Si ibupun kecewa karena merasa dibohongi. Entahlah, apakah dalam hal ini si penjual khilaf karena lalai menyesuaikan harga di rak dan di komputer. Atau memang mereka sengaja?

Kebohongan lain yang mungkin dilakukan oleh penjual adalah dengan memanipulasi timbangan atau takaran. Beberapa penjual yang tidak jujur, mengambil keuntungan lebih dengan membohongi pembelinya. Penjual tidak jujur biasa memodifikasi timbangan mereka agar dapat mencuri berat dari pembelian. Hal ini juga sering terjadi di SPBU. Meteran pompa bensin mereka dimodifikasi agar bisa mencuri, sehingga apa yang dibayarkan pembeli lebih banyak dari yang seharusnya.

Beberapa pedagang berbohong menutup-nutupi keburukan barangnya dengan mengatakan barangnya bagus. Bahkan beberapa pedagang mencampur antara barang kualitas buruk dengan yang bagus seperti pada pedagang buah yang mencampur buah dukuh yang manis dengan yang kecut. Pembeli kemudian kecewa berat saat ternyata barang yang mereka beli tidak sesuai dengan harapan dasar mereka.

Sementara pedagang lain membohongi pembelinya dengan mengatakan kalau harga penawaran calon pembelinya itu baru modalnya dengan mengatakan, “Wah ghak bisa Pak/Bu. Harga segitu baru modal saya” walau sebenarnya modalnya jauh di bawah harga yang ditawarka. Tujuannya agar si pembeli menaikkan harga penawarannya.

Saya cukup respek dengan sebuah super market yang mencantumkan pengumuman cukup besar, yang memberikan jaminan kepastian harga yang sesuai antara rak dengan di komputer. Bahkan super market tersebut memberikan janji, bila harga yang tertera di komputer lebih mahal daripada harga yang tercantum di rak, maka produknya akan DIGRATISKAN. Entahlah. Saya juga tidak pernah berharap mereka teledor dan menggratiskan barangnya untuk saya.

Pembeli yang Berbohong

Keinginan untuk mendapatkan harga barang semurah mungkin, wajar dimiliki oleh pembeli. Biasanya pembeli akan menanyakan harga barang kemudian memberikan harga penawaran kepada penjual. B ila dalam proses akhir negosiasi terjadi kesepakatan harga, maka si pembeli melanjutkan dengan proses transaksi jual-beli.

Sayangnya, pembeli juga ada yang berbohong. Seolah-olah, halal-halal saja berbohong untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga barang. Biasanya untuk menekan harga, si pembeli akan mengatakan kepada penjual, “Wah kok mahal Mbak kaosnya? Tadi saya di toko sebelumnya dapat harga 22 ribu per buah.” Tentu saja kebohongan pembeli model begini memaksa si penjual menurunkaan harganya lagi sampai pada level yang masih tetap menguntungkan. Mengapa harus berbohong untuk mendapatkan keuntungan yang bahkan mungkin tidak seberapa.

Sebesar dan sekuat apapun keinginan Anda untuk mendapatkan keuntungan, tetap hindari untuk tidak berbohong. Keuntungan yang kita dapatkan dari berbohong, tidak sebanding dengan runtuhnya etika dan moral kita sebagai manusia.

Al-Quran menyebut mereka yang curang dalam berdagang atau jual-beli sebagai Al-Muthaffifiin, yaitu mereka adalah orang-orang yang jika menerima takaran mereka minta ditambah dan jika mereka menimbang atau menakar mereka mengurangi.

Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.
(QS. Al-Muthaffifin: 1-3)

Bagaimana dengan Anda yang berprofesi sebagai dosen atau guru yang mengurangi hak mahasiswa atau muridnya untuk mendapatkan ilmu? Bagaimana dengan Anda yang bekerja sebagai pegawai yang mengurangi waktu kerja dari yang telah ditentukan?

Mahasuci Allah. Wallahualam Bishawab…

28 March 2013

Syukuri Apa Yang Ada

``Jangan berbangga hati ketika bertemu dengan orang yang selalu menyanjung kita, namun bersyukurlah ketika bertemu dengan orang yang selalu mengingatkan kita bahwa masih banyak yang harus dibenahi dalam diri kita.``

Suatu hari ada seorang sahabat, pada awalnya dia mengharapkan sebuah pekerjaan. Dan Tuhan pun memudahkan dia untuk mendapatkan pekerjaan, penghasilan yang layak bahkan di atas rata-rata, kedudukan yang signifikan dan kedekatan dengan perusahaan yang memudahkan dirinya untuk membuat keputusan-keputusan publik. Suatu hal yang memang harus disyukuri olehnya.

Aku berbincang dengannya cukup lama, mendengarkan keluhannya dan merasakan kegundahannya terhadap sikap atasannya yang berhari-hari memberi beban kerja yang lebih kepadanya. Ada makian bahkan ada emosi-emosi sesaat untuk meninggalkan semuanya.

Bagaimana dengan diriku, ahh... aku tidak bisa menasihatinya, pengalaman dan usianya sangat jauh di atasku. Seperti labirin yang tidak bisa dimasuki seketika, nasihat hanya membuatnya berputar-putar dengan emosi yang ada.

Dalam diam dan posisiku mendengarkan, aku terus berdoa agar Tuhan menunjukkan jalan yang tepat bagi sahabatku ini. Kebenaran yang bisa membuka jalan pikirannya dan menum- buhkan rasa syukur yang mendalam.

Waktu terus berlalu, lewatlah seorang bapak berusia 51 tahun sedang menjajakan dagangannya di depan kami. Dagangannya masih penuh, kuah bakso pun sepertinya juga masih penuh, sedangkan hari sudah mulai sore. Sang bapak berdagang bakso keliling dengan memikul barang dagangan­nya. Jauh dari yang kulihat selama ini, abang bakso biasanya pake gerobak, ada es biar lebih menarik atau mungkin menu pilihannya diperbanyak, Sedangkan bapak ini hanya berbekal menu biasa, dipikul dan itu pun suara ketukannya tidak keras.

Aku pun memanggilnya, dan berusaha menggali informasi dari keanehan yang kulihat, sebenarnya sahabatku enggan membeli apalagi barang dagangan belum ada yang tergerak.

khawatir tidak enak katanya, tapi sedikit rayuan akhirnya dia pun mau ikut membeli bakso tersebut.

``Pak, boleh tanya...?`` kataku.

``Boleh nak,`` jawabnya.

``Pak kok masih pake dipikul nggak takut kalah saingan...?`` tanyaku pelan.

``Iyaa nak, bapak mah punyanya ini aja, jadi ini yang digunakan daripada beli lagi modalnya mahal.``

``Ooo... terus kayaknya baru mulai ya Pak, kok sepertinya ma­sih belum tergerak apa tidak takut tidak ada pembeli kan hari sudah mulai malam? Maaf lo pak nanya beginian.``

Dia pun menyeka keringat di dahinya dan mengatakan ``Nggak apa-apa, nak. Alhamdulillah Tuhan sudah menyediakan ladang amal kita masing-masing begitu pula ladang hasil yang kita buat. Bapak mah hanya jalani aja, bapak tahu saingannya banyak, bahkan bapak nggak ada apa-apanya tapi bapak mah ikhtiar buat keluarga siapa tahu dari sekian rumah ada orang-orang bijak yang manggil, bakso bapak sederhana tapi nggak kalah lho nak he... he...`` tawanya membuat kami berdua tertawa.

``Kalau dah kenal dan sering beli biasanya bapak lebihin, kalau baru sekali beli bapak juga lebihin. Kata orang, nggak takut rugi kang...? Bapak sih berpikirnya ini bakso lebihbaik dilebihkan ngasihnya, jadi biar nggak mubazir... bapak takut mubazir nak... selama masih bagus pasti bapak ngasih,`` kali ini aku tidak berani tertawa setelah tahu bapak ini menyimpan hati mulia.

``Kalau nggak habis gimana pak...?`` tanyaku terharu mendengar cerita bapak. ``Dua hari ini Alhamdulillah habis nak, kalau nggak habis di rumah banyak anak-anak TPA, beberapanya ada yang tidak mampu, bapak kasih aja lewat ibu gurunya dan minta didoakan agar dagangan bapak laris esok hari.``

``Kalau hujan atau panas banget gimana pak...?`` tanyaku. Sang bapak tersenyum... ``Alhamdulillah dibuatkan jas hujan sama istri dari plastik besar terus ada topi anak bapak yang kedua.``

Sahabatku meletakkan mangkoknya dan mengusap air mata yang jatuh sedari tadi tanpa disadari. Hari ini kami merasa kalah karena banyaknya keluhan, sedangkan Tuhan sudah memberikan banyak keuntungan yang lebih. Dan kondisi sang bapak merupakan teguran halus bagi kami untuk senantiasa bersyukur dan tabah menghadapi cobaan.

Sang bapak pun pergi meninggalkan kami, langkahnya yang tertatih menunjukkan bahwa dia sudah tua namun semangatnya menjadikan dia sebagai guru yang layak kami contoh. Raut wajahnya kepayahan tapi tetap tersenyum meski keberatan membawa dagangannya.

Pandangan kami tak henti hingga langkah bapak tidak terde- ngar lagi. Sahabatku pun menjabat tanganku dan memelukku, dia pun membisikkan sesuatu.

``Aku bersyukur bertemu denganmu dan aku bersyukur bertemu bapak tadi... doakan sahabatmu untuk semangat kembali ya.``

25 March 2013

Si Tukang Tidur dan Pintu Surga

Ada seorang laki-laki dikenal karena kesalehan dan kebaikannya. Dia rajin melakukan ibadah, baik yang wajib maupun yang sunah. Dia juga penyayang kepada sesama dan suka memberi sedekah. Ketika dia mendapat kesulitan, dia dengan sabar menghadapinya. Dia juga orang yang suka mencari ilmu dan mempunyai sifat rendah hati. Semua orang mengenalnya karena kebaikan yang ada pada dirinya.

Namun, dia mempunyai kekurangan, yaitu kurang perhatian. Dia hanya melakukan kebajikan dan amal saleh, apabila ia ingat melakukannya. Jika sedang sibuk memenuhi kebutuhan dirinya, ia lupa pada semua kebaikan-kebaikan yang suka dilakukannya. Pada akhirnya, tidak sepenuhnya semua orang tertolong oleh dirinya dan ada saat-saat dia mengabaikan mereka. Ia juga sangat suka tidur. Takjarang, kesukaannya tersebut membuatnya melewatkan ilmu yang saat itu datang padanya. Dengan tidurnya pula, banyak waktu yang sebenarnya bisa digunakan untuk beribadah dan beramal saleh menjadi terlewat begitu saja.
Mungkin kekurangannya itu hanya cacat kecil dibanding lautan kebaikan-kebaikan yang dia lakukan.

Namun, rupanya Allah hendak memberikan pelajaran kepada dirinya. Pada saat dia sedang terddur, dia bermimpi. Dalam mimpinya, dia mendapatkan dirinya sudah meninggal. Mengingat bahwa selama hidupnya ia melakukan banyak kebaikan, maka ia merasa tidak khawatir. Sudah terbayang di pelupuk matanya ia pasti akan masuk surga tingkatan yang tinggi. Namun, ketika ia sampai di depan pintu gerbang surga, langkahnya ditahan oleh malaikat penjaga surga.

Sang malaikat itu berkata, "Pintu surga ini hanya terbuka dalam waktu-waktu tertentu dan hanya sebentar saja. Jadi, kamu harus betul-betul memperhatikannya." Laki-laki itu lalu menunggu di depan pintu gerbang surga. Dia tetap merasa yakin bahwa ia akan masuk surga. Jadi, ia tidak terlalu perhatian terhadap ucapan sang malaikat penjaga surga. Ia hanya mondar-mandir saja di depan pintu gerbang surga itu. Ditunggu-tunggu dalam waktu yang cukup lama, pintu gerbang surga tidak terbuka juga. Dia mulai merasa bosan dan ia hanya duduk santai.

Pada saat ia lengah, kemudian tertidur, justru pada saat itulah pintu gerbang surga terbuka. Sungguh kasihan sekali. Begitu ia bangun, pintu surga sudah tertutup kembali dan entah kapan akan terbuka lagi.

Dengan perasaan menyesal dia berkata, "Seandainya aku tidak pernah menyia-nyiakan setiap kesempatan, tentu aku sudah ada di dalam surga sana."
Dan memang, Allah memberikan kesempatan kepada dirinya. Si lelaki itu memang belum meninggal karena ia hanya bermimpi. Ketika terbangun, ia berjanji untuk lebih bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah dan amal saleh.

"Beribadah dan berbuat kebajikan dilakukan bukan hanya karena kita menyukai atau ketika kita sedang ingat. Tapi harus dilakukan baik dengan sukarela terpaksa, baik dalam keadaan lapang maupun sempit"

24 March 2013

Hiduplah Seperti Air Mengalir

Tidak semua orang memiliki nasib baik. Tidak semua orang memiliki nasib buruk. Ada yang dari muda sampai tua nasibnya tidak pernah baik. Ada yang sejak muda sampai tua nasibnya baik terus, semua lancar. Sebagian orang mengatakan itu "sudah ditakdirkan", ada juga orang yang mengatakan itu "buah dari karma masa lalu".

Tapi kita tidak bisa bilang "menyerah" kepada nasib. Sebaliknya kita harus secara proaktif berusaha untuk hidup lebih baik. (Sebab) kita tidak tahu kapan nasib baik/buruk akan datang.

Kalau nasib buruk sedang menimpa, ya diterima saja seperti kita harus membayar hutang. Tidak perlu marah atau dendam; yang penting adalah merasa lebih ringan dan berterima kasih karena "deposit karma buruk" kita sudah berkurang sebagian.

Kalau nasib baik sedang datang, ya diterima juga dengan baik seperti baru membuka celengan (tabungan). Tidak perlu gembira berlebihan, dihambur-hambur kan, takabur. Gunakan untuk modal berbuat baik lebih banyak lagi.

Tidak perlu memaksa diri, tidak perlu meniru-niru orang lain. Setiap orang garis/jalan kehidupannya berbeda. Yang penting adalah TIDAK PUTUS ASA! Selalu ada jalan untuk memecahkan masalah hidup yang tidak pasti ini, karena yang pasti cuma kematian.

HIDUPLAH SEPERTI AIR MENGALIR. Kalau sedang lancar ya OK, kalau sedang tersumbat ya mesti bersabar. Kalau harus terjun, ya lakukan saja semuanya dengan santai. MAJU TERUS, tidak menyerah dalam situasi apapun.

Menggerutu membuat wajah kita tidak enak dilihat; marah-marah membuat tekanan darah menjadi naik. Sebaliknya bersikap tenang dan lebih sabar itu jauh lebih baik, nikmati saja apa yang datang dan apa yang pergi seperti melihat debu beterbangan di udara.

23 March 2013

Hidup Kita Tidak Ditentukan Orang Lain

Seorang guru bijak berjalan bersama muridnya. Mereka singgah di sebuah kedai minum untuk melepas lelah. Namun, pemilik kedai tampak kurang menghargai mereka. Kata-katanya ketus, cara penyajiannya asal-asalan. Sang murid tampak kesal mendapat perlakuan demikian.

Beberapa kali ia menunjukan rasa tidak suka. Namun sang guru tampak tenang dan menanggapi pemilik kedai dengan ramah. Ia selalu tersenyum. Memerhatikan hal itu sang murid protes, "Guru, ia sangat tidak ramah kepada kita, tetapi kenapa guru masih ramah kepadanya? Mengapa guru tidak memberikan pelajaran baginya untuk menghargai orang lain?"

Mendengar komentar muridnya, sang guru menjawab, "Dari tadi aku sudah memberikan pelajaran baginya, cara ia menanggapi pelajaran yang aku berikan kepadanya, itu adalah urusannya sendiri. Melalui kisah sang guru dengan muridnya di kedai kopi itu kita diingatkan bahwa sikap dan hidup kita tidak ditentukan oleh sikap dan hidup orang lain.

Kitalah yang mengatur diri sendiri. Jika sikap dan perilaku kita mengikuti sikap dan perilaku orang lain, berarti hidup kita sudah dikontrol oleh orang lain.

Hidup kita adalah hak kita. Seorang pribadi yang memiliki kesehatan jiwa tidak akan terbawa oleh situasi dan suasana sekitarnya. Tampilkan diri kita sebagaimana seharusnya, bukan semata-mata sebagaimana adanya.

21 March 2013

Orang Yang Benar-benar Mencintai

Seseorang yang benar² mencintai Kita itu...

→ Bukanlah dia yang selalu bilang I LOVE YOU kepada Kita.
→ Bukanlah dia yang selalu berkata mesra di hadapan Kita.
→ Bukanlah dia yang selalu mengatakan seberapa besar dia mencintai Kita.

Akan tetapi...

⇉ Dia yang selalu mengkhawatirkan keadaan Kita.
⇉ Dia yang selalu ingin tahu kabar Kita.
⇉ Dia yang selalu ingin membuat Kita bahagia.
⇉ Dia yang selalu mengerti perasaan Kita tanpa harus diminta.
⇉ Dia yang tak pernah menuntut cinta Kita untuk diperlihatkannya.
⇉ Dia yang tak pernah ingin membuat Kita menangis karena ulahnya.
⇉ Dia yang selalu menghargai dan memuliakan Kita.

⊙ Karena dia tahu bahwa ketulusan cinta itu tidak perlu diperlihatkan di depan orang banyak agar mereka tahu bahwa Kita adalah satu²nya cintanya.

⊙ Melainkan bagaimana dia mampu membuktikan seperti apa dia mampu untuk selalu setia dan melindungi kita serta bertanggung jawab untuk menghalalkan Kita.

⊙ Bukan hanya sekedar cinta di mulut saja.
⊙ Dan bukan cinta pelampiasan nafsu belaka

19 March 2013

Ikhlas Beramal

Di antara pemahaman sesat kaum sufi, “Jika aku beribadah pada Allah karena mengharap surga-Nya dan karena takut akan siksa neraka-Nya, maka aku adalah pekerja yang jelek. Tetapi aku hanya ingin beribadah karena cinta dan rindu pada-Nya"

Jadi intinya mereka bermaksud mengatakan bahwa janganlah seseorang beramal karena ingin mengharap pahala, mengharap balasan di sisi Allah, ingin mengharap surga atau takut pada siksa neraka. Ini namanya tidak ikhlas.

Namun jika kita perhatikan kembali pada Al Qur'an dan petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sungguh pendapat mereka-mereka jauh dari kebenaran. Berikut beberapa buktinya. Semoga Allah memberikan kepahaman.

Allah Memerintahkan untuk Berlomba Meraih Kenikmatan di Surga

Setelah menyebutkan berbagai kenikmatan di surga dalam surat Al Muthaffifin, Allah Ta'ala pun memerintah untuk berlomba-lomba meraihnya,

وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. ” (QS. Al Muthaffifin: 26)

Dalam Al Qur'an pun Disebutkan Balasan dari Suatu Amalan

Allah Ta'ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا (107) خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا (108)
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.” (QS. Al Kahfi: 107-108)

Al Qur'an Memberi Kabar Gembira dan Peringatan

Allah Ta'ala berfirman,

قَيِّمًا لِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا
“Al Qur'an sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik.” (QS. Al Kahfi: 2)

Sifat Orang Beriman, Beribadah dengan Khouf (Takut) dan Roja' (Harap)

Allah Ta'ala berfirman,

أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا
“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. ” (QS. Al Israa': 57)

Sifat 'Ibadurrahman Berlindung dari Siksa Neraka

Allah Ta'ala berfirman,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا
“Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal". ” (QS. Al Furqon: 65)

Malaikat pun Meminta pada Allah Surga

Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika menceritakan keadaan para malaikat, beliau bersabda bahwa Allah Ta'ala berfirman,

فَمَا يَسْأَلُونِى قَالَ يَسْأَلُونَكَ الْجَنَّةَ
“Apa yang para malaikat mohon pada-Ku?” “Mereka memohon pada-Mu surga,” sabda beliau.
Lihatlah malaikat pun meminta pada Allah surga, padahal mereka adalah seutama-utamanya wali Allah.

17 March 2013

Terima Kasih Allah

‘ALHAMDULILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN’,

Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan
ruang kerja pertama dan berkata, ” Ini adalah Seksi Penerimaan. Disini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima”.
Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu
sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan
yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.

Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang lalu
sampailah kami pada ruang kerja kedua.

Malaikat-ku berkata, “Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Disini
kemuliaan dan rahmat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya”.

Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat
yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang
dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.

Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor
panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat
kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk
disana, hampir tidak melakukan apapun. “Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih”, kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.

“Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan disini?”, tanyaku.

“Menyedihkan”, Malaikat-ku menghela napas. ” Setelah
manusia menerima rahmat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang
mengirimkan pernyataan terima kasih”.

“Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas rahmat Tuhan?”, tanyaku.

“Sederhana sekali”, jawab Malaikat. “Cukup berkata,’ALHAMDULILLAHI RABBIL
AALAMIIN, Terima kasih, Tuhan’ “.

“Lalu, rahmat apa saja yang perlu kita syukuri”, tanyaku.
Malaikat-ku menjawab, “Jika engkau mempunyai makanan
di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan
tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.

“Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka
engkau berada diantara 8% kesejahteraan dunia.

“Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian
dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.

Juga…. “Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan
daripada kesakitan … engkau lebih dirahmati daripada begitu banyak orang
di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.

“Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam
penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat ….
Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia”.

“Jika engkau dapat menghadiri Masjid atau pertemuan religius tanpa ada
ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian …
maka engkau lebih dirahmati daripada 3 milyar orang di dunia.

“Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam
ikatan pernikahan …
maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.

“Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum,
maka engkau bukanlah
seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan
semua mereka yang berada
dalam keraguan dan keputusasaan.

“Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau
menerima rahmat ganda,
yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu
berpikir bahwa engkau
orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa,
engkau lebih dirahmati
daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang
bahkan tidak dapat membaca
sama sekali”.

Nikmatilah hari-harimu, hitunglah rahmat yang telah Allah anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa dirahmatinya kita semua.
“Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu’ “.
(QS:Ibrahim (14) :7 )

Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih: “Terima kasih,
Allah! Terima kasih, Allah, atas anugerahmu berupa kemampuan untuk menerjemahkan dan membagi pesan ini dan memberikan aku begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi”.

16 March 2013

Inikah Akar Penyebab Segala Kesulitan?

Sahabat yang dirahmati Allah SWT, rasanya sudah menjadi pemandangan sehari-hari terutama di kota2 besar orang terlihat sibuk, seolah waktu yang 24 jam kurang. Waktu terasa begitu cepat berlalu, hari berganti hari, lalu minggu, bulan dan tahun. Anda tentu juga merasakan rasanya baru beberapa waktu lalu tahun baru, eh sekarang sudah mau tahun baru lagi.

Belum lagi beban hidup yang terasa tidak semakin ringan, kebutuhan hampir selalu tidak tercukupi, selalu saja kurang, berapa pun penghasilan yang kita dapatkan.

Dan kalau sudah begitu kita kadang tercenung bingung, hidup macam apa yang kita lakoni ini? Akankah kita terus dalam kondisi seperti ini? Dikejar-kejar waktu, pekerjaan seolah2 tak pernah terselesaikan dan sibuk terus entah sampai kapan, berangkat subuh pulang larut malam…. Hidup tidak pernah merasa kecukupan, kebingungan yang terus berkepanjangan tentang apa akhir dari semua ini, akankah kondisi tidak nyaman ini dapat berakhir. Kapan mimpi2 kita bisa terwujud???

Sahabat rahimakumullah, siang ini di masjid , seperti biasa tiap usai shalat dzuhur ada kultum. Dan pada siang tadi dalam uraiannya sang pemateri menyitir sebuah hadits Rasulullah SAW yang kok ya pas benar dengan prolog di atas.

Apa hadits tersebut, mari kita simak:

“Barangsiapa yg bangun di pagi hari dan hanya dunia yg di pikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat HAK ALLAH dalam dirinya, maka ALLAH akan menanamkan 4 macam penyakit padanya :

1. Kebingungan yang tiada putus-putusnya.

2. Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya.

3. Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi.

4. Khayalan yang tidak berujung wujudnya”

[HR.Muslim]

Wah, rasanya kok pas banget ya. Jangan2 memang ini kesalahan yang sadar atau tidak sadar sering kita lakukan. Bangun tidur bukannya mengikuti sunnah Rasul SAW tapi langsung “tuing2″ terbayang rencana-rencana kerja hari ini? Sampai akhirnya hak-hak Allah tidak terpenuhi.

Mengenai hak2 Allah tersebut mungkin akan dibahas pada postingan lain, atau ada dari para sahabat yang mau berbagi? Tetapi intinya adalah hak Allah untuk kita ibadahi. Bukankah memang sejatinya Allah SWT tidak menciptakan jin dan manusia KECUALI untuk beribadah/ mengabdi/ menghamba hanya kepadaNya. Menjadi hambaNya, dan bukan yang lain [he he mirip iklan apa itu...?]

Kalau begitu mari menghisab diri [termasuk saya sendiri tentunya]. Sudahkah hak2 Allah kita tunaikan sejak kita bangun pagi. Kalau belum atau kurang maksimal, mari kita mulai perbaiki esok hari… OK?

Semoga manfaat.

14 March 2013

Hidup dan Kehidupan

Apa yang terfikirkan ketika ada yang menanyakan hidup dan kehidupan bedanya apa????? 
sungguh pertnyaan itu terlontar ketika saya sedang membawakan suatu tema dalam pengajian pekanan...

Dua kata tersebut coba saya cerna dan saya coba lemparkan ke adek-adek saya dan mereka dengan serempat menjawab bahwa hidup itu adalah sesuatu yang bergerak sedangkan kehidupan adalah adalah suatu peristiwa..... Subhanalloh mereka menjawab dengan benar walaupun memang tidak seratus persen benar tetapi saya bisa bilang bahwa setidaknya mereka mengerti hidup dan kehidupan itu apa...

semakin lama saya renungi kedua kata itu menurut saya hidup adalah semua mahluk yang ALLOH ciptakan yang bisa bergerak dan yang diatndai adanya detak jantung dan aliran darah....sedangkan kehidupan adalah suatu proses yang dialami oleh makhluk tersebut....jika kita lihat bahwa kita diciptakan ALLOH lewat suatu perjanjian yang sangat sakral dimana dalam perjanjian tersebut kita mengakui bahwa ALLOH adalah Robbku...dan akan selalu tunduk dan taat terhadap apa yang diperintahkan dan apa yang dilarang sehingga kata lain kita siap menjadi hamba ALLOH yang taat...tapi setelah lahirnya ke dunia dan mengenal kehidupan didunia????? perjanjian itu seperti terlupan bahkan kita berusaha untuk tidak mengingatnya....

ALLOHUAKBAR sungguh bejatnya kita tidak berterimakasihnya kita....coba kita fikirkan bagaimana kasih sayang ALLOH yang tiada tara itu kita sia-siakan...sehingga sampai umur kita sekarang apa yang sudah kita lakukan untuk hidup dan tujuan penciptaan kita dan sudahkah kita benar-benar menjadi hamba NYA yang taat...

Astaghfirulloh Al’adzim...padahal yang butuh itu kita... bukan ALLOH tapi sudahkah kita peduli????
Jadi hidup ini haruslah kita jalani dengan selalu mengingat hakekat penciptaan kita sebagai makhluk....hidup ini sangat indah...janganlah di sia-siakan...

karena menurut saya hidup ini :

1. Hidup ini adalah pilihan
Buat saya kenapa hidup itu pilihan karena kita diciptakan ALLOH dengan dibekali akal dimana dengan akal itu kita disuruh untuk berfikir terhadap masalah yang kita hadapi...karena walaupun kita memiliki masalah yang sama karena kita berbeda pasti akan berbeda dalam menyikapi masalah tersebut...tapi sebenarnya kita jangan khawatir karena ALLOH sudah membekali kita dengan Al-Qur’an....Jadi jika kita ingin lurus dan lempeng pegangganglah Al Qur’an...jadikan Al-Qur’an sebagai kunci jawaban dalam setiap permasalahan kita

2. Hidup Itu Masalah
Hidup memang penuh dengan masalah...coba kalo orang mati apa ada masalah adasih yaitu bagaimana dia mempertanggungjawabkan amal perbuatannya,,,,tapi itu bisa kita persiapkan ketika kita hidup sekarang....setiap masalah yang kita hadapi kita harus menyikapinya dengan penuh tanggungjawab karena kita ingat bahwa nanti akan dipertanggungjawabkan....tapi dengan masalah yang ALLOH kasih kekita itu bentuk kasih sayang ALLOH untuk membuat kita menjadi manusia yang seutuhnya dan menjadikan kita manusia yang benar-benar teruji...dan ikhlas ...

3. Hidup itu dinamis
Coba kita bayangkan jika hidup itu lurus...aja atau statis....seperti mayat hidup yang berjalan....tidak ada indahnya yang ada kejenuhan....akan memuncak....kita harus bersyukur hidup ini pasang surut sehingga kita bisa menjadi orang yang bersyukur

Ketika saya menulis ini sungguh merinding rasanya saya hanya bisa menangis dan mensyukuri apa yang sudah ada yang sudah ALLOH amanatkan kepada saya...
sungguh skenario yang maha dasyat yang tidak bisa diciptakan oleh seorang manusia yang sangat jenius sekalipun...

saya hanya bisa berucap ALLOHUAKBAR begitu hebatnya ALLOH dalam membuat skenario untuk setiap ummatnya renungan untuk kita sudahkah kita benar2 menjadi hamba ALLOH yang baik ......

amin ya Robbal alamin

13 March 2013

Kesedihan Dunia

`Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu `anhu menulis surat kepada `Abdullah bin `Abbas Radhiyallahu `anhu yang isinya, "Amma ba`du. Sesungguhnya seseorang merasa rugi dengan sesuatu yang hilang darinya, padahal hal itu tidak akan bisa ia dapatkan dan merasa bahagia dengan mendapatkan sesuatu yang pasti ia dapatkan. Maka berbahagialah dengan apa-apa yang aku ucapkan dari urusan akhirat dan menyesallah dari sesuatu yang hilang darimu akan urusan akhirat, janganlah terlalu bahagia dengan apa yang engkau dapatkan dari urusan dunia. Dan jadikanlah semua fikiranmu tertuju kepada sesuatu yang terjadi setelah kematian. "

Aku melihat pencari dunia, walaupun umurnya panjang, dan mendapatkan kebahagiaan, juga kenikmatan darinya.
Bagaikan seorang tukang bangunan yang membangun, setelah bangunan yang ia buat berdiri tegak, maka bangunan itu roboh.

Sebab kegalauan hidup itu ada lima macam dan seyogyanya seseorang merasakan kegalauan karena kelima macam tersebut:

Pertama : Kegalauan karena dosa pada masa lampau, karena dia telah melakukan sebuah perbuatan dosa sedangkan dia tidak tahu apakah dosa tersebut diampuni atau tidak? Dalam keadaan tersebut dia harus selalu merasakan kegalauan dan sibuk karenanya.

Kedua : Dia telah melakukan kebaikan, tetapi dia tidak tahu apakah kebaikan tersebut diterima atau tidak.

Ketiga : Dia mengetahui kehidupannya yang telah lalu dan apa yang terjadi kepadanya, tetapi dia tidak mengetahui apa yang akan menimpanya pada masa mendatang.

Keempat : Dia mengetahui bahwa Allah menyiapkan dua tempat untuk manusia pada hari Kiamat, tetapi dia tidak mengetahui ke manakah dia akan kembali (apakah ke Surga atau ke Neraka)?
Kelima : Dia tidak tahu apakah Allah ridha kepadanya atau membencinya?

Siapa yang merasa galau dengan lima hal di atas dalam kehidupannya, maka tidak ada kesempatan baginya untuk tertawa.

Lihatlah orang yang mendapatkan dunia dan per-hiasannya, apakah dia pergi dengan membawa selain amal dan kafan.

Al-Hasan al-Bashri, kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan kita, beliau rahimahullah berkata, "Aku mendapati suatu kaum (para Sahabat Nabi) dan bersanding dengan beberapa orang dari mereka, mereka sama sekali tidak merasa senang dengan dunia yang didapatkan dan sama sekali tidak mengejar dunia yang lari dari mereka. Dunia di mata mereka lebih hina daripada tanah, bahkan salah satu di antara me-reka hidup selama lima puluh tahun atau enam puluh tahun. Akan tetapi ia tidak pernah memiliki pakaian yang cukup dan tidak pernah memiliki tungku yang baik, ia sama sekali tidak membuat penghalang antara tanah dengan dirinya dan tidak pernah memerintahkan orang yang ada di rumahnya untuk membuat sebuah makanan baginya. Tetapi ketika malam tiba, mereka menancapkan kedua kaki dengan berdiri dan menghamparkan wajah-wajah mereka untuk bersujud, air mata berlinang, mengalir di garis wajah mereka dengan bermunajat kepada Rabb dalam kebebasan mereka. Jika mereka melakukan suatu kebaikan, maka mereka selalu mensyukurinya dan memohon kepada Allah agar amal itu diterima. Dan jika mereka melakukan kejelekan, maka perasaan sedih selalu menghantui dan mereka pun terus memohon kepada Allah agar diampuni. Demi Allah, mereka sama sekali tidak akan selamat dari dosa kecuali dengan ampunan Allah sebagai kasih-sayang dan karunia bagi mereka."

Manusia memiliki ketamakan terhadap dunia dengan rencananya, sedangkan kejernihannya telah tercampur dengan kekeruhan.
Setelah dunia itu dibagikan, sebenarnya mereka sama sekali tidak dikaruniai rizki karena akal mereka, akan tetapi mereka dikaruniai dengan takdir Allah.

Berapa banyak orang yang beradab lagi cerdas tetapi dunia tidak memihak kepadanya dan berapa banyak orang bodoh yang mendapatkan dunia hanya dengan kelalaian.
Seandainya dunia itu didapatkan dengan kekuatan atau dengan menggulingkan, niscaya elang akan terbang dengan membawa makanan burung pipit.

Rasulullah Shallallahu `alaihi wa sallam bersabda:
"Seseorang dari kalangan sebelum kalian dihisab akan tetapi tidak didapat darinya satu kebaikan pun hanya saja dia adalah orang yang selalu bergaul dengan selainnya yang ada dalam keadaan sulit, dia memerintahkan anak mudanya untuk membayarkan hutang orang yang sulit tadi. Allah Subhanahu wa Ta`ala berfirman, `‘Aku sebenarnya lebih berhak untuk melakukannya, maka ampunilah ia.`" [HR. Al-Bukhari dan Muslim dengan lafazh milik Muslim]

Al-Hasan rahimahullah berkata, "Esok hari setiap orang sesuai dengan apa yang menjadi beban fikirannya dan setiap orang yang memikirkan sesuatu, maka dia akan banyak mengingatnya. Sesungguhnya tidak ada dunia bagi orang yang tidak memikirkan akhirat. Dan siapa saja yang lebih mementingkan dunia daripada akhirat, maka dia tidak akan mendapatkan dunia dan akhirat."

12 March 2013

10 Pintu Masuk Syetan

Pintu pertama:
Ini adalah pintu terbesar yang akan dimasuki setan yaitu hasad (dengki) dan tamak. Jika seseorang begitu tamak pada sesuatu, ketamakan tersebut akan membutakan, membuat tuli dan menggelapkan cahaya kebenaran, sehingga orang seperti ini tidak lagi mengenal jalan masuknya setan. Begitu pula jika seseorang memiliki sifat hasad, setan akan menghias-hiasi sesuatu seolah-olah menjadi baik sehingga disukai oleh syahwat padahal hal tersebut adalah sesuatu yang mungkar.

Pintu kedua:
Ini juga adalah pintu terbesar yaitu marah. Ketahuilah, marah dapat merusak akal. Jika akal lemah, pada saat ini tentara setan akan melakukan serangan dan mereka akan menertawakan manusia. Jika kondisi kita seperti ini, minta perlindunganlah pada Allah.

Pintu ketiga:
Yaitu sangat suka menghias-hiasi tempat tinggal, pakaian dan segala perabot yang ada. Orang seperti ini sungguh akan sangat merugi karena umurnya hanya dihabiskan untuk tujuan ini.

Pintu keempat:
Yaitu kenyang karena telah menyantap banyak makanan. Keadaan seperti ini akan menguatkan syahwat dan melemahkan untuk melakukan ketaatan pada Allah. Kerugian lainnya akan dia dapatkan di akhirat.

Pintu kelima:
Yaitu tamak pada orang lain. Jika seseorang memiliki sifat seperti ini, maka dia akan berlebih-lebihan memuji orang tersebut padahal orang itu tidak memiliki sifat seperti yang ada pada pujiannya. Akhirnya, dia akan mencari muka di hadapannya, tidak mau memerintahkan orang yang disanjung tadi pada kebajikan dan tidak mau melarangnya dari kemungkaran.

Pinta keenam:
Yaitu sifat selalu tergesa-gesa dan tidak mau bersabar untuk perlahan-lahan. Padahal terdapat sebuah hadits dari Anas, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya’la dalam musnadnya dan Baihaqi dalam Sunanul Qubro. Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shoghir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Pintu ketujuh:
Yaitu cinta harta. Sifat seperti ini akan membuat berusaha mencari harta bagaimana pun caranya. Sifat ini akan membuat seseorang menjadi bakhil (kikir), takut miskin dan tidak mau melakukan kewajiban yang berkaitan dengan harta.

Pintu kedelapan:
Yaitu mengajak orang awam supaya ta’ashub (fanatik) pada madzhab atau golongan tertentu, tidak mau beramal selain dari yang diajarkan dalam madzhab atau golongannya.

Pintu kesembilan:
Yaitu mengajak orang awam untuk memikirkan hakekat (kaifiyah) dzat dan sifat Allah yang sulit digapai oleh akal mereka sehingga membuat mereka menjadi ragu dalam masalah paling urgen dalam agama ini yaitu masalah aqidah.

Pintu kesepuluh:
Yaitu selalu berburuk sangka terhadap muslim lainnya. Jika seseorang selalu berburuk sangka (bersu’uzhon) pada muslim lainnya, pasti dia akan selalu merendahkannya dan selalu merasa lebih baik darinya. Seharusnya seorang mukmin selalu mencari udzur dari saudaranya. Berbeda dengan orang munafik yang selalu mencari-cari ‘aib orang lain.

Semoga kita dapat mengetahui pintu-pintu ini dan semoga kita diberi taufik oleh Allah untuk menjauhinya.

11 March 2013

Harga Untuk Membeli Surga

Perhatikanlah kisah ini, diceritakan bahwa seorang laki-laki melewati sebuah kamar yg sangat indah, didalamnya ia melihat seorang gadis yg rupawan. Sayangnya dia tidak diperbolehkan mendekati tempat itu. Saat itu dia menunggangi kuda seharga seratus dinar, ia mengenakan pakaian yg bagus dan mahal, ia membawa pedang yg disepuh dg emas bersamanya juga ada seorang hamba berkulit hitam yg membawa barang-barang. Atas dorongan keinginannya, lelaki itu mendatangi orang yg memiliki wanita rupawan tadi, ia hendak meminta agar wanita itu dapat ia beli. Sang pemilik wanita itu pun berkata, "Engkau telah jatuh cinta kepadanya. Seorang pecinta pasti akan mengorbankan apa yg ia miliki untuk mendapatkan yg dicintainya. Dan aku tidak akan menjualnya kecuali dg semua yg ada pada dirimu saat ini".

Saat itu juga lelaki tadi turun dari kudanya, membuka pakaiannya dan menukar dengan pakaian si penjual, ia menyerahkan seluruh harta yg dimiliki termasuk budak beserta barang yg dibawanya. Lalu ia membawa pulang wanita tadi ke rumahnya, tanpa sandal atapun penutup kepala. Apabila seseorang telah membayar harganya, maka dia berhak membawa barang yg dibelinya. Apabila ia mengetahui nilai yg dicarinya, maka ia akan berkorban untuk membayar harganya. Seseorang yg benar-benar cinta tidak akan tenang sebelum ia tinggal bersama yg dicintainya.

Apabila ada orang yg mengatakan bahwa ia telah mendengar keadaan surga dan apa yg ada didalamnya melalui firman ALLAH SWT yg menyatakan, "Disana terdapat apa-apa yg diinginkan nafsu dan lezat dipandang mata". Maka kuberitahukan bahwa harga untuk membayarnya ada pada firman-NYA, "Sesungguhnya ALLAH membeli diri dan harta orang-orang yg beriman, bahwa untuk mereka itu surga" (az-Zuhruf 71). Serahkan jiwa dan hartamu, maka surga akan menjadi milikmu. (Syaikh Abdul Qadir Jailani)

10 March 2013

Stop Nge-Harlem Shake!

Buat kamu yang biasa berselancar di dumay, mungkin pernah melihat sejenis tarian yang lagi happening banget sekarang. Yups namanya lebih asyik kalo kita ganti dengan haram shake, heee... Tarian ini biasanya GJ alias nggak jelas atau suka- suka, dan kebanyakan dari para pelakunya nggak sungkan- sungkan mempertontonkan aurat mereka sambil menikmati dance dan musiknya. Yah maklum aja, menurut sejarahnya tarian ini aja terinspirasi dari gaya orang mabuk atau orang gila tapi yang mereka kasih label fantastik.

Friends, mungkin banyak kamu yang berpikir kalau tarian ini menyuguhkan hiburan, apalagi kaya'nya asyik dan bisa banget buat lucu- lucuan bareng genk. Tapi lihat deh, sekilas aja kamu yang cerdas pasti bertanya, adakah sesuatu dibalik pembuatan tarian itu? come on, wabah seperti nggak akan mungkin sekedar disebar tanpa ada embel- embel didalamnya. Menyamakan diri dengan orang gila, atau yang selevel dengan orang yang nggak waras, alias lagi sakau, plus kehilangan kehormataan dan rasa malu dengan berani semi telajang, kelihatannya jadi tujuan dari semua ini. Padahal Nabi Muhammad Sallahu 'alaihi wassalam bersabda,"Islam itu tinggi, dan tidak ada yang lebih tinggi darinya" (HR. Muslim). So, kalau kamu dengan bersuka ria dan rela hati ngedance begituan, sama aja kamu pasrah disebut merendahkan agama kamu sendiri, sekaligus happy banget disamain dengan orang gila.

Ada lagi yang berpendapat, "Ah buat asik- asik aja kale', lagi pula ajang kreativitas yang asyik poenya". Pertanyaannya bukankah yang namanya kreatifitas itu kudu orisinal alias asli bukan plagiat milik orang lain. Apalagi niru- niru budaya yang jelas- jelas jauh dari nilai islami? Lagi pula friend, masih banyak cara berkreatifitas yang lebih asyik dari semua itu. Dan tentunya nggak pake acara buka-bukaan, dan yang lebih pasti lebih Smart.

Sebagai remaja yang cerdas, jangan mau di cuci otak dengan gratis, cuma karena topeng kesenangan yang mereka bawa. Termasuk juga jangan gampang latah dan bangga cuma sekedar jadi penggembira budaya yang lagi In. Hey, kamu yang cerdas pasti punya jati diri yang jelas. Dan itu terlalu mahal bro, buat diutak atik.

Wait, jadi ingat satu hal sebelum kita tutup. Friends, setuju nggak kalau sabda nabi Muhammad adalah perkataan yang paling baik? jawabnya pasti iya lah. Dan beliau sudah bersabda, “Sungguh, kamu akan mengikuti (dan meniru) tradisi umat-umat sebelum kamu, bagaikan bulu anak panah yang serupa dengan bulu anak panah lainnya. Sampai kalaupun mereka masuk ke lubang biawak niscaya kamu akan masuk ke dalamnya pula.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, orang-orang Yahudi dan Nasranikah?” Beliau menjawab, “Lalu siapa lagi.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dan sabda beliau berabad-abad yang lalu itu, ternyata kejadian dijaman ini. Beliau bukan peramal, melainkan apa yang beliau sabdakan adalah berasal dari Allah subhanahu wata'ala. So, kamukah termasuk orang yang ada dalam sabda beliau terdalamnya? jawabannya tergantung pilihan kamu sendiri.

(NayMa/voa-islam.com)

09 March 2013

Alloh Akan Mengganti Dengan Yang Lebih Baik

Allah SWT mengibaratkan orang yang bersedekah seperti seseorang yang menanam sebutir benih yang tumbuh dan menumbuhkan tujuh tangkai. Dari tujuh tangkai ini akan menumbuhkan lagi bertangkai tangkai dahan yang menghasilkan buah yang dapat menghasilkan manfaat yang jauh lebih banyak dari benih itu sendiri. Minimal Allah akan membalas sepuluh kali lipat dari apa yang kita belanjakan dijalan Allah. Ini adalah kemurahan dari Allah bagi orang orang yang meyakini akan kebenaran firmanNya. Sedekah merupakan amal pemancing rahmat Allah. Di tiap pagi setelah fajar menyingsing seorang malaikat berseru “Semoga Allah memberi rahmat dan melapangkan rejeki dan urusannya bagi siapa saja yang bersedekah dipagi hari dan semoga Allah menahan rahmat dan menyempitkan urusannya bagi yang menahan sedekahnya dipagi hari”.

Rasulullah SAW juga bersabda, “Cegahlah dirimu dari siksa api neraka dengan bersedekah walau separo biji kurma”. Sebuah kisah yang banyak mengandung ibroh/pelajaran pernah di alami oleh keluarga ahlul bait yang penuh lemuliaan yaitu keluarga Imam Ali bin Abi Thalib r.a beserta istri tercintanya Fatimah Az Zahra binti Muhammad Rasulullah. Suatu hari hari Fatimah Az Zahra r.a menginginkan buah delima. Ia lalu meminta suaminya, Imam Ali r.a untuk pergi kepasar membeli delima. Keluarga Imam Ali r.a adalah keluarga yang hidup kekurangan. Tidak banyak perabotan rumah yang mereka miliki. Rumah sederhana yang dimiliki Imam Ali adalah hasil dari cicilan yang harus ia bayar kepada seorang sahabat yang hendak mensedekahkan rumahnya tapi Imam Ali tidak mau. Imam Ali r.a lebih suka membeli dengan mencicil dari pada diberi secara gratis.

Dan pada hari itu dikantong Imam Ali r.a hanya terdapat satu dirham yang cukup membeli sebuah delima saja. Tak ingin mengecewakan anak Rasulullah SAW yang paling beliau cintai, segera Imam Ali r.a menuju pasar. Langkah kakinya mantap berjalan menyusuri gang demi gang dan tibalah jua dipasar. Berjalan dari satu sudut ke sudut lain dan memperhatikan buah delima terbaik yang akan dipersembahkan untuk istrinya. Akhirnya dapat juga delima terbaik dan uang satu dirham hanya cukup membeli satu delima.

Kini Imam Ali r.a berjalan menuju ke rumah. Tiba disudut gang terakhir menuju rumahnya ada seorang pengemis yang nampak sangat lusuh, pakaian compang camping dan jalan tertatih tatih karena sudah berhari hari tidak makan. Pengemis itu mendekati Imam Ali r.a dan menengadahkan tangan minta sesuatu. Imam Ali r.a mencoba menahan tubuh pengemis itu biar tidak jatuh dan ia bingung dengan dirinya, apa yang hendak aku berikan kepada pengemis ini. Uang tidak punya. Pakaian hanya satu satunya dan hanya ada satu buah delima ditangannya buat istri tercinta dirumah.Itu adalah barang termahal yang kini ada ditangannya. Benaknya sesaat berpikir , apa yang akan Fatimah Az Zahra katakan kalau ia tidak berhasil membawa pesanannya. Tapi hatinya kembali berkata, pengemis ini lebih membutuhkan makanan dari istriku karena ia sudah tak sanggup berjalan karena sangat menahan lapar. Maka akhirnya diberikan buah delima satu satunya kepada pengemis itu.

Imam Ali r.a sudah tidak terlalu mempedulikan apa yang nanti dikata oleh Fatimah Az Zahra dan ia pulang dengan tangan kosong. Tiba didepan pintu ia sedikit ragu untuk masuk, ia masih mencoba merangkai kata kata terbaik atas kejadian yang baru saja ia alami. Setelah mengucap salam Imam Ali r.a masuk dan ia dapati istrinya sedang mengupas buah delima. Terkejut bukan main Imam Ali r.a mendapati istrinya sedang menikmati buah delima. Belum sempat Imam Ali bertanya Fatimah Az Zahra berkata, “Wahai suamiku tadi ada seseorang lewat dan memberiku sepuluh buah delima yang segar dan nikmat ini. Karena aku sudah sangat ingin aku tidak sempat menunggumu pulang dari pasar.” Imam Ali r.a mengucap syukur alhamdulillah, ternyata janji Allah SAW pasti benar, ia telah mensedekahkan satu buah delima dan ternyata Allah telah menggantinya dengan sepuluh buah delima.

Banyak kisah teladan menghiasi keluarga ahlul bait ini. Dari pernikahan dua manusia mulia ini telah lahir manusia manusia penuh shaleh dan taqwa. Kisah mereka mewarnai kehidupan anak manusia dalam kehidupan nyata. Kisah mereka bukan dongeng atau mitos tapi hal hal yang memang pernah terjadi dan nyata. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya..Amiin..

08 March 2013

Pekerjaan Sia-Sia

” Sesungguhnya beruntunglah orang orang Mukmin.
Yaitu orang orang yang khusyuk dalam sholatnya.
Dan orang orang yang meninggalkan perbuatan sia sia. “
(QA Almu’minun[23]:1-23)


Dalam meniti kegiatan kehidupan keseharian manusia, disadari atau tidak manusia seringkali terjebak dalam perbuatan sia-sia (Al-Laghwu), yaitu perbuatan yang tidak menghasilkan apa-apa, bahkan sebaliknya mendatangkan kerugian dan menyeret pelakunya ke neraka.

Oleh karena itu, berhati-hatilah dalam melangkah, bertindak dan bersikap.

Sofyan Tsauri (ulama Hadist) menyatakan bahwa ada 10 sifat Al-Laghwu, yaitu :

  1. Orang yang berdoa untuk dirinya sendiri tetapi tidak berdoa untuk kedua orang tua dan kaum muslimin.
  2. Orang yang sering membaca Alquran tetapi tidak membaca secara tertib sampai 100 ayat tiap tiap hari.
  3. Laki laki yang masuk masjid tetapi tidak mengerjakan sholat tahiyatul masjid
  4. Orang yang melintasi pekuburan tetapi tidak mengucapkan salam kepada penghuninya dan tidak mendoakan keselamatan untuk mereka
  5. Laki laki yang masuk ke suatu kota pada hari Jum’at tetapi tidak mengerjakan sholat Jum’at secara berjamaah
  6. Orang yang kenyang sedangkan tetangganya kelaparan
  7. Seseorang yang tinggal di suatu lingkungan bersama ulama, namun ia tidak menggunakan kesempatan tersebut untuk menambah ilmu pengetahuannya
  8. Pemuda yang melewatkan masa mudanya tidak untuk menuntut ilmu dan meningkatkan budi pekerti
  9. 2 orang pria yang bersahabat, tapi mereka tidak saling menanyakan keadaan masing masing dan keluarganya
  10. Orang yang mengundang tamu namun ia tidak melayani tamunya dengan baik

(AlKahfi [18]:103 – 105) :
Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”

Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.

Mereka itu orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.

07 March 2013

Berapa Lama Kita Dikubur ?

Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yuni berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.

Yuni dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915:20- 01-1965″

“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yuni melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…

“Ayah, nenek waktu meninggal umur 50 tahun ya Yah.” Ayahnya mengangguk sembari tersenyum, sembari memandang pusara Ibu-nya.

“Hmm, berarti nenek sudah meninggal 42 tahun ya Yah…” Kata Yuni berlagak sambil matanya menerawang dan jarinya berhitung. “Ya, nenekmu sudah di dalam kubur 42 tahun … “

Yuni memutar kepalanya, memandang sekeliling, banyak kuburan di sana . Di samping kuburan neneknya ada kuburan tua berlumut “Muhammad Zaini: 19-02-1882 : 30-01-1910″

“Hmm.. Kalau yang itu sudah meninggal 106 tahun yang lalu ya Yah”, jarinya menunjuk nisan disamping kubur neneknya. Sekali lagi ayahnya mengangguk.

Tangannya terangkat mengelus kepala anak satu-satunya. “Memangnya kenapa ndhuk ?” kata sang ayah menatap teduh mata anaknya.

“Hmmm, ayah khan semalam bilang, bahwa kalau kita mati, lalu di kubur dan kita banyak dosanya, kita akan disiksa dineraka” kata Yuni sambil meminta persetujuan ayahnya. “Iya kan yah?”

Ayahnya tersenyum, “Lalu?”

“Iya .. Kalau nenek banyak dosanya, berarti nenek sudah disiksa 42 tahun dong yah di kubur? Kalau nenek banyak pahalanya, berarti sudah 42 tahun nenek senang dikubur …. Ya nggak yah?” mata Yuni berbinar karena bisa menjelaskan kepada Ayahnya pendapatnya.

Ayahnya tersenyum, namun sekilas tampak keningnya berkerut, tampaknya cemas….. “Iya nak, kamu pintar,” kata ayahnya pendek.

Pulang dari pemakaman, ayah Yuni tampak gelisah Di atas sajadahnya, memikirkan apa yang dikatakan anaknya…

42 tahun hingga sekarang…Kalau kiamat datang 100 tahun lagi…142 tahun disiksa .. atau bahagia dikubur…. Lalu Ia menunduk … Meneteskan air mata…

Kalau Ia meninggal .. Lalu banyak dosanya …lalu kiamat masih 1000 tahun lagi berarti Ia akan disiksa 1000 tahun? Innalillaahi WA inna ilaihi rooji’un …. Air matanya semakin banyak menetes, sanggupkah ia selama itu disiksa? Iya kalau kiamat 1000 tahun ke depan, kalau 2000 tahun lagi? Kalau 3000 tahun lagi? Selama itu ia akan disiksa di kubur. Lalu setelah dikubur? Bukankah Akan lebih parah lagi? Tahankah?

Ya Allah… Ia semakin menunduk, tangannya terangkat, keatas bahunya naik turun tak teratur…. air matanya semakin membanjiri jenggotnya

Allahumma as aluka khusnul khootimah.. berulang Kali di bacanya DOA itu hingga suaranya serak … Dan ia berhenti sejenak ketika terdengar batuk Yuni.

Dihampirinya Yuni yang tertidur di atas dipan Bambu. Di betulkannya selimutnya. Yuni terus tertidur…. tanpa tahu, betapa sang bapak sangat berterima kasih padanya karena telah menyadarkannya arti sebuah kehidupan…Dan apa yang akan datang di depannya…

“Yaa Allah, letakkanlah dunia ditanganku, jangan Kau letakkan dihatiku…”

06 March 2013

Tips Untuk Hidup lebih Bahagia

1. Jangan Takut dan Khawatir

2. Jangan Pernah Menyimpan Dendam

3. Fokus Pada Satu Masalah

4. Jangan Membawa Tidur Masalah Anda

5. Jangan Mengambil Masalah Orang Lain Untuk Anda Selesaikan

6. Jangan Hidup di Masa Lalu

7. Jadilah Pendengar yang Baik

8. Jangan Biarkan Frustasi Mengatur dan Bahkan Mengacaukan Hidup Anda

9. Bersyukurlah Selalu

Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.

05 March 2013

8 Nasehat Untuk Para Lelaki

1. Kakek berkata, hargai isterimu sebagaimana engkau menghargai ibumu, sebab isterimu juga seorang ibu dari anak-anakmu.

2. Jika marah boleh tidak berbicara dengan isterimu, tapi jangan bertengkar dengannya (membentaknya, mengatainya, memukulnya).

3. Jantung rumah adalah seorang isteri. Jika hati isteri mu tidak bahagia, maka seisi rumah akan tampak seperti neraka (tidak ada canda tawa, manja, perhatian). Maka sayangi isterimu agar dia bahagia dan kau akan merasa seperti di surga.

4. Besar atau kecil gajimu, seorang isteri tetap ingin diperhatikan. Dengan begitu, maka isterimu akan selalu menyambutmu pulang dengan kasih sayang.

5. 2 orang yang tinggal 1 atap (menikah) tidak perlu gengsi, bertingkah, siapa menang siapa kalah. Karena keduanya bukan untuk bertanding melainkan teman hidup selamanya.

6. Di luar banyak wanita idaman melebihi isterimu. Namun mereka mencintaimu atas dasar apa yang kamu punya sekarang, bukan apa adanya dirimu. Saat kamu menemukan masa sulit, maka wanita tersebut akan meninggalkanmu dan punya pria idaman lain di belakangmu.

7. Banyak isteri yang baik. Tapi di luar sana banyak pria yang ingin mempunyai isteri yang baik dan mereka tidak mendapatkannya. Mereka akan menawarkan perlindungan terhadap isterimu. Maka jangan biarkan isterimu meninggalkan rumah karena kesedihan, sebab ia akan sulit sekali untuk kembali.

8. Ajarkan anak laki-lakimu bagaimana berlaku terhadap ibunya, sehingga kelak mereka tahu bagaimana memperlakukan isterinya.

04 March 2013

Jangan Terlalu Memikirkan Masa Depan

Ada banyak manusia yang menduga-duga masa depan, seraya menganggap masa depan penuh sesak dengan segala macam masalah, jatuh miskin, dan tertimpa banyak musibah. Padahal semua itu merupakan strategi yang telah dikaji secara serius dari "Lembaga Penipuan Setan".

"Setan menakut-nakuti kalian dengan kemiskinan dan memerintahkan kalian untuk berbuat dosa, sedang ALLAH menjanjikan ampunan dan pahala-NYA untuk kalian (Al-Baqarah 268)

Terlalu mencemaskan masa depan membuat pikiran kita menjadi mati dan penuh ketakutan. Terlalu memikirkan masalah masa depan menjerumuskan kita pada keyakinan bahwa hidup ini mau kiamat. (La Tahzan for Teens, 2008)

nb : Setan akan membisikkan dalam dada seseorang ketakutan akan masa depan yang hancur, bangkrut, kelaparan, dan binasa, sehingga seseorang akan berupaya menumpuk harta dan meninggalkan ibadah. Padahal harta itulah yang pada akhirnya menjerumuskannya dalam kebinasaan di neraka

YAKINLAH, INSYAALLAH SEMUA AKAN BAIK-BAIK SAJA