26 July 2014

Janganlah Hidup hanya Berdasarkan Angka Angka dan Hitungan

Gambaran dari masyarakat mukmin adalah masyarakat yang tenang dengan akidah tauhid, dan mereka ridha dengan ketentuan Allah dalam soal rezeki dan ajal, sehingga mereka tidak bisa digoyahkan oleh apapun dan tidak dapat digoncangkan dengan kekuatan apapun. Sebaliknya dengan gambaran masyarakat jahiliyah, syaraf mereka selalu tegang, hati mereka selalu cemas, pikiran mereka selalu bingung. Manusia manusia yang selalu khawatir dengan penghidupan mereka, tak seorangpun diantara mereka yang mampu membebaskan diri dari belenggu kematian yang selalu membayanginya ke manapun ia berjalan, kecemasan tak memperoleh rezeki senantiasa mengusik tidur mereka dan membuat kedua kelopak mata mereka tak bisa terpejam.

Pengangguran di dunia barat hari demi hari kian meningkat. Dan kamu dapati seseorang di antara mereka dari saat ke saat mendapat surat pemberitahuan PHK, oleh karena perusahaan bangkrut atau hampir bangkrut, tak ia dapati solusi kedepannya kecuali bunuh diri dan mati, karena seluruh hidupnya hanya bertalian dengan gajinya, maka jika gajinya terputus, ia berfikir kehidupannya telah putus pula. Ia tidak mendapatkan cara untuk memutus rasa sakitnya, mengakhiri duka citanya, dan mengendurkan ketegangan syarafnya selain akhiri kehidupannya.

Beda jauh dengan kehidupan seorang muslim, apabila ditimpa bencana dan himpit kesulitan, maka ia langsung berhubungan dengan Allah, merendahkan diri dan menghiba di hadapanNya, dan memohon agar disingkirkan kesusahannya, dihilangkan kesedihannya, dan di hapuskan penderitaannya.

Berhati hatilah terhadap rencana Yahudi dalam protokol ke empat :

“ Akan kita cabut kepercayaan kepada Allah dari benak orang orang kristiani, kemudian kita letakkan sebagai gantinya berupa angka angka hitung dan aktivitas aktivitas duniawi…”

Dan Yahudi berhasil menjadikan kristiani seperti itu, dan sekarang mereka mulai merusak umat Islam…

- Abdullah azzam -

No comments:

Post a Comment