23 January 2013

Salah Tujuan Hidup

Apa yang akan kita katakan kepada orang yang ingin pergi dari Mekkah ke Madinah dengan mengumpulkan seluruh harta bendanya, mengendarai mobilnya dan menuju Madinah dengan niat ingin "menetap" di sana. Tetapi, sebelum sampai di tempat tujuan ia berhenti di perkampungan yang berdekatan. Di tempat tersebut, ia mengumpulkan harta dan membeli material-material bangunan yng diperlukan, seperti batu bata dan besi, lalu mulai membangun rumah, menghias, dan mengisi rumah dengan perabotan. Adapun ketika ia ditanya tentang tujuan awalnya, ia menjawab, "Madinah, tetapi aku berniat beristirahat sebentar di sini." TENTU, orang ini akan dianggap GILA dan KURANG WARAS pikirannya oleh seluruh manusia.

Jangan heran dengan hal ini! Sekarang banyak manusia, baik orang-orang 'jenius', ahli pikir, maupun pemimpin mereka mengerjakan perbuatan ini, kecuali orang yang dirahmati Rabb-nya.

Dengan harta, tenaga, dan waktu yang dimilikinya, mereka telah berjalan dalam jangka waktu yang sebentar dan menuju sejengkal tanah dalam jalan kehidupan yang panjang. Mereka tinggal di sana dalam waktu yang SEBENTAR dan MENINGGALKAN apa yang akan mereka diami untuk 'selama-lamanya'.

(sebagai sebuah perumpamaan untuk menanamkan kembali tentang tujuan awal penciptaan manusia dan bahwa hidup adalah sebuah perjalanan untuk menuju tujuan kehidupan kekal yang sesungguhnya)